Kasus Ahmad Fathonah : berpoligami “yes” dan selingkuhan “yes”


bandot

Ahmad  Fathonah  berhasil mematahkan ungkapan :DARIPADA berselingkuh, lebih baik poligami .   Poligami adalah ” alternatif  jika selingkuh sudah terlanjur dilakukan.  Poligami  sering  dianggap punya dampak positif untuk mencegah pelacuran.

Dalam kasus Ahmad Fathonah yang sudah beristeri 4 – (ada yang bilang juga 5, entah mana yang benar), membuktikan bahwa berpoligami dan MAKSIAT  ( main dengan pelacur kelas tinggi)  bisa berjalan paralel.

Ahmad Fathonah pantas diberi gelar “Bandot Sejati”

++++

Uang Suap Fathanah Mengalir ke Artis Hingga Model Seksi


Liputan6.com, Jakarta : Ahmad Fathanah kini menjadi bahan pembicaraan. Namanya pertama kali terkuak saat dia tertangkap tangan KPK saat sedang bersama dengan seorang mahasiswi. Saat itu pula, Fathanah diketahui sedang membawa uang suap sebesar Rp 1 miliar yang diduga akan diberikan kepada mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.KPK pun menetapkan Fathanah sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam kasus impor daging sapi. Tak hanya itu, Fathanah juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang.Terkait kasus terakhir, KPK sudah menyita sejumlah aset milik Fathanah. 5 Mobil sudah disita KPK yakni Toyota Prado hitam dengan nomor polisi B 1739 WFN, Toyota Alphard Putih dengan nomor polisi B 53 FTI, Toyota FJ Cruiser hitam dengan nomor polisi B 1330 SZZ, dan Mercedes Benz tipe C 200 hitam bernopol B 8749 BS, serta Honda Jazz warna putih.Tak hanya itu, KPK juga sudah memeriksa 3 perempuan cantik yang terkait dengan Fathanah. Sebut saja Maharani Suciyono, Septi Sanustika, dan Ayu Azhari. Satu perempuan cantik lainnya kini menjadi incaran KPK.
wanita-wanita-cantik-dan-seksi-di-sekitar-ahmad-fathanah
1. Maharani SuciyonoMaharani ditangkap saat sedang bersama dengan Fathanah di Hotel Le Meridien, Jakarta. Maharani mengaku sempat diberi Rp 10 juta oleh Fathanah. Belakangan, uang Rp 10 juta itu diketahui diambil Fathanah dari uang suap Rp 1 miliar yang diberikan perusahaan impor daging untuk Luthfi.Mahasiswi sebuah universitas swasta di Jakarta Selatan itu mengaku bertemu Fathanah pertama kali di Mal Senayan City pada (28/1). Saat itu, Fathanah mengirimkan secarik kertas kepada Maharani dan mengajaknya makan malam.Undangan Fathanah itu kemudian disambut Maharani. Pada Selasa (29/1), keduanya bertemu di kafe Hotel Le Meridien. Perbincangan ringan terjadi. AF mengaku kepada Rani sebagai Ahmad Fathanah, seorang pengusaha. “Kami sama sekali tidak membahas masalah-masalah politik atau suap menyuap,” ujar Rani. Tak ada pula pembicaraan mengenai AF yang ingin “menyewa” Rani atau menyiapkannya sebagai gratifikasi seksual.Usai mengobrol, keduanya memutuskan untuk pulang. Namun, sebelum meningglakna lokasi, AF tiba-tiba memberikan uang sebesar Rp 10 juta kepada Rani. “Saya kaget dan tidak menyangka diberi uang sebesar itu dari lelaki yang baru pertama dikenal,” jelasnya.Saking bingungnya, Rani sampai bertanya kepada AF tentang keaslian dari uang tersebut. AF pun meyakinkan Rani bahwa uang yang diberikannya asli. Sayang, belum lagi keluar dari kafe itu, penyidik KPK datang menahan keduanya. Sejak itu, Rani diinapkan di Gedung KPK untuk diperiksa. Rani kini telah mengembalikan uang itu ke KPK.2. Ayu AzhariKPK sudah 2 kali memeriksa artis lawas itu. Diketahui, Ayu menerima Rp 20 juta dan US 1.800 dari Fathanah. Uang itu kini sudah dikembalikan ke KPK>Kuasa Hukum Ayu, Fahmi Bachmid, mengakui kliennya menerima uang itu dari Ahmad Fathanah. Menurutnya, uang itu adalah komitmen dari orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq itu untuk melibatkan Ayu dalam kegiatan kampanye PKS.“Ada komitmen, Fathanah mengklaim Ayu akan dilibatkan dalam kampanye pilkada yang tak tahu pilkada apa. Jadi itu bukan pemberian cuma-cuma,” kata Fahmi saat berbincang dengan Liputan6.com, Sabtu (4/3/2013).Menurut Fahmi kliennya bertemu dengan Fathanah sebanyak 3 kali di tempat berbeda. Yakni di Plaza Indonesia, Pacific Place dan Pasar Festival. Setiap pertemuan, Ayu selalu diberikan uang fee itu.

“Pertama sebesar US$ 800, kemudian US 1.000, dan ada Rp 10 juta. Pemberian ada yang transfer dan ada yang cash, yang Rp 10 juta itu transfer,” jelasnya.

Selain itu Rp 10 juta juga diberikan Fathanah melalui rekening anak Ayu, Axel Gondokusumo. Fathanah berjanji akan mengorbitkan Axel di dunia hiburan. “Ayu kan juga sebagai manajer anaknya yang kebetulan bermain musik,” ujarnya.

Fahmi menegaskan, dia sudah meminta kepada Ayu untuk mengembalikan seluruh uang yang pernah diterima dari Fathanah. “Senin besok, Ayu akan kembali datang ke KPK untuk memberikan rekening koran Bank Mandiri, biar KPK teliti seluruh penerimaan dan pengeluaran Ayu,” ujarnya.

3. Septi Sanustika

KPK juga sudah memeriksa seorang perempuan cantik bernama Septi Sanustika. Septi diketahui adalah istri dari Fathanah.

Namun, Septi mengaku tak pernah menikmati aset yang berkaitan dengan kasus suaminya. “Tidak ada, tidak ada aset. Hartanya cuma anaknya. Anaknya doang yang dititipin,” kata Septi usai diperiksa KPK, Rabu (1/5/2013).

Septi yang merupakan 1 dari 4 istri Ahmad Fathanah ini pun enggan berkomentar lebih banyak mengenai keterlibatan suaminya pada kasus suap senilai Rp 1 miliar. “Sudah ya, tidak ada apa-apa. Apaan sih ini? Sudah kaya artis saja. Tanya penyidik saja,” ujar Septi.

4. Vita

Nama Vita ini diketahui saat KPK menyita mobil Honda Jazz milik Fathanah. Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, menjelaskan, mobil Honda Jazz yang diduga milik Ahmad Fathanah disita dari seseorang bernama Novita. Namun, Johan tak merinci identitas wanita itu.

Belum diketahui apakah Vita yang dimaksud itu adalah seorang model seksi dari sebuah majalah dewasa. (Ary)

+++++++

Mirip Djoko, Fathanah sembunyikan harta di istri-istrinya

Reporter : Putri Artika R

Jumat, 3 Mei 2013 21:48:29

Mobil Ahmad Fathanah. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

107

Penyidik telah menyita lima mobil mewah yang diduga berkaitan dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Ahmad Fathanah (AF). Salah satu mobil yang disita penyidik yakni atas nama Andi Novitasari, istri muda Fathanah.

“Kemarin kita menyita mobil berkaitan dengan AF, mobil Jazz warna putih milik Andi Novitasari,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP, Jumat (3/5) malam.

Penyitaan itu dilakukan setelah Andi Novitasari menjalani pemeriksaan di KPK. Andi Novitasari diperiksa kapasitasnya sebagai saksi untuk suaminya.

Selain Andi, diketahui, penyidik telah memeriksa istri-istri Fathanah yang lain, termasuk Sefti Sanustika. Sefti yang tengah hamil ini juga tampak kerap mengunjungi suaminya di Rutan KPK.

Diduga Sefti dan Andi merupakan istri kesekian Fathanah. Kawan dekat Lutfhi Hasan Ishaaq itu diduga memiliki istri lebih dari lima orang. KPK mengendus, Fathanah menyembunyikan atau menyamarkan hartanya melalui istri-istrinya mirip seperti terdakwa korupsi simulator sim dan TPPU Djoko Susilo. Djoko menyamarkan dan menyembunyikan harta-hartanya melalui keempat istrinya.

Sayangnya, KPK belum mau menjelaskan siapa saja istri-istri Fathanah yang pernah diperiksa.

Penyidik juga pernah menggeledah apartemen Sefti Sanustika di Depok. Dari hasil penggeledahan itu, disita sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan TPPU AF. Kemudian penyidik menyita empat mobil Fathanah yakni Toyota FJ Cruiser hitam bernomor polisi B 1330 SZZ dan Alphard putih bernomor polisi B 53 FTI yang dibeli di dealer di Pondok Indah, Land Cruiser Prado hitam bernomor B 1739, serta sebuah Mercedes Benz.

+++++++++++++

Kasus Suap Impor Daging

Teman Lama Sebut Fathanah Sejak Dulu Bak Cassanova

Muhammad Nur Abdurrahman – detikNews
+++++
Mon, 13 May 2013 18:45:00 GMT | By Merdeka

PPATK: Ada 20 Wanita Lebih Terima Uang dari Fathanah

Bukan hanya 20 wanita lebih yang menerima uang dari Fathanah, tetapi masih banyak lagi yang lain.

Merdeka

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan dari rekening tersangka kasus suap daging impor, Ahmad Fathanah ada sejumlah wanita yang menerima uang. Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 20 wanita menerima aliran uang dari Fathanah.

“Ada lebih dari 20 wanita yang menerima uang dari Fathanah. Cuma saya enggak tahu untuk bisnis atau hubungan lain,” ujar Yusuf saat ditemui di kantornya, Senin (13/5).

Yusuf menambahkan, untuk itu pihaknya akan mendalami semua transaksi itu. Apalagi, bukan hanya 20 wanita lebih yang menerima uang dari Fathanah, tetapi masih banyak lagi yang lain.

“Yang cowok-cowok juga ada yang menerima. Dan si cowok dan wanita lebih dari satu kali transaksi,” katanya.

Sebelumnya, dalam memeriksa Ahmad Fathanah, KPK baru menemukan ada lima wanita yang menerima uang dari tersangka kasus suap daging impor itu. Sebut saja, Maharani, Tri Kurnia Puspita, Ayu Azhari dan model panas Vitalia Sesha. KPK pun terus menelusuri aliran dana dari Ahmad Fathanah.

++++

Saksi Baru Fathanah: Dewi Kirana

dwi krna

TEMPO.COJakarta – Pemanggilan saksi-saksi bagi tersangka kasus suap kuota impor daging Ahmad Fathanah terus dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kali ini, KPK memanggil satu lagi saksi bernama Dewi Kirana.

“Dipanggil untuk tersangka AF,” kata Kepala Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha saat dihubungi Tempo pada Senin, 13 Mei 2013.

Nama Kirana baru pertama kali muncul pada daftar pemeriksaan KPK. Berdasarkan penelusuran yang dihimpunTempo, Dewi Kirana diduga adalah penyanyi dangdut dengan julukan The Queen of Pantura. Video musik Dewi dapat diakses di YouTube dengan lagu yang berjudul Braja Tumawa. Sampai saat

berita ini ditulis, Tempo belum melihat para saksi yang datang ke Gedung KPK yang disinyalir sebagai Dewi Kirana.

Sejak ditangkap, nama Fathanah kerap dihubungkan dengan beberapa wanita. Saat ditangkap, Fathanah sedang bersama seorang perempuan bernama Maharani Suciyono. Dari Maharani disita uang senilai Rp 10 juta. Lalu pada 1 Mei 2013, KPK memanggil aktris Ayu Azhari terkait kasus yang sama. Dua hari kemudian, ia mengembalikan uang Rp 20 juta dan US$ 1.800 yang dimaksudkan sebagai uang muka untuk Ayu yang direncanakan akan mengisi acara di kampanye PKS.

Selanjutnya, pada 6 Mei 2013, KPK menyita satu unit mobil Honda Jazz putih bernomor polisi B 15 VTA dan satu buah jam tangan mewah merk Chopard milik model majalah Popular, Vitalia Shesya.

Sehari setelahnya, pada 7 Mei 2013 KPK menyita mobil Honda Freed berpelat B 881 LAA, sebuah gelang Hermes, dan sebuah jam tangan Rolex milik Tri Kurnia Puspita. “Nilai gelang Hermes sekitar Rp 50-70 juta, sedangkan jamnya di atas 10 juta,” kata juru bicara KPK Johan Budi saat dihubungi Tempo. Kali ini, nama Fathanah kembali dikaitkan dengan penyanyi Dewi Kirana.

++++

Rani Mengaku Diberi Fathanah Rp10 Juta untuk Hubungan Intim

Ini terungkap dalam persidangan terdakwa Arya Abdi dan Juard Effendi.

ddd
Jum’at, 17 Mei 2013, 14:32Hadi Suprapto, Dedy Priatmojo
Maharani tidak bisa mengelak dicecar jaksa M Rum

Maharani tidak bisa mengelak dicecar jaksa M Rum(VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews – Maharani Suciono mengaku diajak berhubungan intim oleh Ahmad Fathanah, tersangka korupsi kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Maharani merupakan mahasiswa universitas swasta di Jakarta yang bersama Ahmad Fathanah saat dibekuk Komisi Pemberantasan Korupsi pada 29 Januari lalu.

Hal ini terungkap dalam persidangan terdakwa kasus suap pengaturan kuota impor sapi dengan terdakwa Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat 17 Mei 2013.

Awalnya hakim bertanya soal pertemuan Rani dengan Fathanah saat itu. Rani mengaku, sebelumnya ia ditelepon untuk bertemu di Hotel Le Meridien. “Jam 5 saya berangkat dari tempat teman. Sampai sana jam setengah 6. Lupa pokoknya lewat dari jam 5,” kata dia.

Keduanya bertemu di kafe yang ada di hotel tersebut. Setelah berbincang sebentar, Fathanah kemudian mengajak Rani ke atas. Mereka naik ke lantai 17 dan masuk ke kamar 1740. “Tidak lama petugas KPK datang. Yang buka pintu Pak Ahmad,” katanya.

Saat persidangan, jaksa M Rum mempertanyakan imbalan Rp10 juta yang diberikan Ahmad Fathanah kepada Rani.

Uang itu dari mana, tanya jaksa kepada Rani. “Dikasih Pak Ahmad,” jawab Rani.

Saat ditanya lagi untuk keperluan apa uang sebesar itu, Rani berkilah. “Tidak tahu, saya dikasih Pak Ahmad Rp10 juta,” kata dia.

Namun jaksa belum puas dengan jawaban Rani. “Izin yang mulia, di poin BAP No 6 ini ada pertanyaan apakah saudara diajak berhubungan intim oleh AF?” tanya Jaksa itu kepada Rani.

Tidak bisa berkilah lagi, Rani menjawab, “Iya, untuk menemani Pak Ahmad.”

“Dikasih uang itu katanya untuk itu (berhubungan intim)?” tanya jaksa lagi. Pertanyaan ini kembali dijawab, “Iya.”

Rani juga ditanya awal perkenalan dengan Fathanah. Kata Rani, ia kenal Fathanah sehari sebelumnya di salah satu mal Jakarta. “Lagi makan siang, ada Pak Ahmad Fathanah di situ, cuma saya nggak begitu paham. Nggak kenalan secara langsung. Saya hmad Fathanah, saya pengusaha, seperti itu saja,” kata Rani.

Anda punya proyek? “Oh nggak,” jawab Rani.

Maharani yang mengenakan blus putih dan celana panjang hitam ke PN Tipikor  sedang bersama Fathanah saat KPK menangkapnya di Hotel Le Meridien pada 29 Januari. Saat itu KPK menyita uang sebanyak Rp10 juta yang diberikan Fathanah kepada lajang berambut panjang ini. Namun setelah menjalani pemeriksaan, Maharani dinyatakan tidak terbukti dan dilepaskan penyidik. (umi)

+++++++++++++

RABU, 22 MEI 2013 | 06:19 WIB

KPK Telisik 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah

Tersangka korupsi pengurusan impor daging sapi Ahmad Fathanah memberi keterangan usai bersaksi pada sidang kasus tersebut di Pengadilan Tipikor, Jakarta (17/5). Kasus ini menjadi perhatian karena banyaknya wanita di balik Ahmad Fathanah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.COJakarta-Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas berjanji lembaganya akan menelisik aliran dana dari rekening Ahmad Fathanah ke 45 perempuan. Fathanah adalah tersangka kasus suap impor sapi dan pencucian uang.

Menurut Busyro, jika para perempuan itu terkait dengan kasus pencucian uang yang menjerat Fathanah, penyidik KPK akan memanggil mereka. “Tentu perlu ditelisik dulu data alirannya,” kata Busyro kepada Tempo, Selasa, 21 Mei 2013, kemarin.

Aliran duit Fathanah kepada para perempuan berlangsung dalam kurun waktu delapan tahun. Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Muhammad Yusuf mengatakan, dana dari rekening Fathanah itu mengalir sejak 2005 sampai 2013. Dari penelusuran Tempo, perpindahan duit itu melalui rekening Bank Mandiri dan Bank Central Asia. Nilai transaksinya mulai Rp 1,1 juta hingga Rp 2 miliar.

Menurut Yusuf, perempuan yang menerima dana dari Fathanah patut dicurigai karena mereka bukan istri atau kerabatnya. Potensi aliran dana ke sejumlah perempuan yang bukan istri atau kerabatnya, kata dia, bisa menjadi modus penyamaran dana-dana yang diduga diperoleh dari hasil korupsi. Kalaupun opsi ini tidak terbukti, kata Yusuf, perempuan itu berpotensi dijerat terlibat pencucian uang. “Ini KPK yang harus membuktikan,” tuturnya.

Sumber Tempo mengatakan aliran dana ke 45 perempuan itu baru sebagian dari transaksi Fathanah. Tidak tercantum nama-nama perempuan yang sudah diperiksa dan sudah menyerahkan dananya ke KPK, seperti artis Ayu Azhari, yang menerima dana Rp 20 juta dan US$ 1.800 melalui anaknya, Axel Gondokusumo. Nama Vitalia Shesya, yang menerima Rp 200-250 juta, juga tidak tertera dalam temuan PPATK ini. Tri Kurnia Puspita juga tercatat menerima Rp 35 juta, tapi yang bersangkutan menyerahkan Rp 400 juta kepada KPK. “Artinya masih ada rekening lain,” ucap sumber tersebut. (Baca Lengkap: EDSUS Para Wanita Fathanah)

2 Comments

  1. Posted Mei 13, 2013 at 2:35 am | Permalink

    kelakuann nya ampunn..
    ketimbang pusing, boleh deh ditengok koleksi mebel jati jepara kami.

  2. Posted Juli 13, 2013 at 4:41 pm | Permalink

    selagi negeri ini banyak di pimpin oleh orang2 seperti AF, tidak ada kemakmuran di negeri ini !pertanyaanya ” kok bisa di pilih jadi pejabat ya wong kayak gitu ??????????????????????


Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: