Irawati Tak Tahu Dirinya Istri Kedua Nasrudin


Detik.com

Irawati Arienda  mengaku tidak tahu dirinya adalah istri kedua dari Nasrudin Zulkarnaen. Keluarga Nasrudin menutup rapat-rapat jika Nasrudin pernah menikah.

“Saya tidak tahu, kalau saya adalah istri kedua bahkan ada yang bilang saya istri keempat,” ujar Irawati saat menjawab pertanyaan hakim ketua Hery Swantoro bahwa dirinya adalah istri kedua Nasrudin.

Hal ini terungkap dalam persidangan dengan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (3/11/2009).

Irawati juga mengaku dirinya dinikahi Nasrudin pada 5 Agustus 1999.

Mendengar pengakuan Irawati, Antasari merasa sedikit ganjil. Dia pun bertanya kepada eks pramugari itu.

“Apakah Anda kalau Lebaran pulang ke Makassar?” tanya Antasari.

“Ya tiap tahun,” jawab Irawati.

“Lalu apakah pihak keluarga Nasrudin (di Makassar) tidak mengatakan kalau Nasrudin pernah menikah?” tanya Antasari lagi.

“Tidak, tidak pernah,” jawab Irawati.

“Jadi semuanya ditutup rapat?” tanya hakim ketua.

“Ya ditutup rapat,” ujar Irawati yang mengenakan baju terusan selutut warna putih.

Dalam persidangan Antasari itu selain Irawati hadir 3 saksi yaitu istri pertama Nasrudin, Sri Martuti, Rusli (penyidik), dan Suparmin (sopir Nasrudin). Persidangan akan dilanjutkan Kamis 5 November dengan agenda pemeriksaan saksi Wiliardi Wizar, Sigid Haryo Wibisono, Rhani Juliani, Heru (polisi) dan Suhardi Alius (polisi).

+++

Viva news

Nikahi Istri Kedua, Nasrudin Ngaku Perjaka
Selama sembilan tahun menikah, Arienda tak sadar menjadi istri kedua.

Kematian Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, mengungkap sebuah fakta bagi istri keduanya, Irawati Arienda. Kasus penembakan itu membuat Irawati sadar suaminya telah memiliki istri sebelum menikahinya.

“Waktu melamar dia mengaku jejaka, setelah kejadian (penembakan) saya baru tahu,” kata Arienda saat menjadi saksi atas terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 3 November 2009.

Arienda dipersunting Nasrudin pada tahun 1999. Selama sembilan tahun menikah, ia tak tahu suaminya pernah menikahi Sri Martuti pada 23 Desember 1990 di Ujung Pandang. Sejak menikah Nasrudin memang menetap di Tangerang bersama Arienda. Sedangkan Sri tinggal di Bekasi.

Nasrudin dan Sri awalnya menetap di Bekasi sejak 1995. Namun pada 1999, keduanya pisah rumah lantaran Nasrudin menikah lagi dengan Arienda. Namun, komunikasi antara Nasrudin dan Sri masih terjalin hingga menjelang kematiannya. Nasrudin juga masih menafkahi Sri dan anaknya.

Mengenai Rani Juliani yang disebut sebagai istri siri atau istri ketiga Nasrudin, Arienda juga tak mengetahuinya. Pada perbincangan di bulan Januari 2009, Arienda justru mendengar nama Rani disebut sebagai anak angkat Antasari.

Sebanyak lima eksekutor terlibat dalam pembunuhan ini. Mereka adalah Edo, Daniel, Fransiskus, Hendrikus dan Heri Santosa. Edo berperan sebagai pemberi order, Hendrikus sebagai penerima order, Fransiskus sebagai pemantau keadaan saat penembakan serta observasi kegiatan korban, Daniel sebagai penembak, dan Heri sebagai pengendara sepeda motor penembak.

Kasus pembunuhan ini juga menyeret sejumlah nama pejabat seperti Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan Williardi Wizar, dan dua pengusaha papan atas yaitu Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan.

Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2009. Ia tewas 22 jam kemudian dengan dua peluru bersarang di kepalanya.

One Comment

  1. Beddu Bedong
    Posted November 4, 2009 at 7:21 am | Permalink

    Serem amat ini Artikel. Mirip alm. Noordin M Top yang punya 4 bini trus bikin anak sebanyak2nya supaya jadi prajurit jihad jahat .


Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: