Skandal Poligami Politisi Partai Demokrat


Skandal Asmara Politisi Demokrat
Mubarok: Mereka Sudah Nikah Setahun Lalu
Aprizal Rahmatullah – detikNews

Jakarta – Skandal asmara sesama anggota Partai Demokrat (PD) merebak di kalangan politisi. Apakah keduanya selingkuh atau berpoligami? Ternyata anggota DPR dari PD itu berpoligami, karena sudah menikah satu tahun lalu.

“Itu sudah lama. (Mereka) Udah nikah sudah lebih setahun yang lalu,” kata Wakil Ketua Partai Demokrat Ahmad Mubarok saat dikonfirmasi mengenai isu skandal asmara ini, Kamis (3/12/2009).

Mubarok membenarkan dua anggota PD yang terlibat asmara tersebut saat ini duduk menjadi anggota DPR RI. Ia juga menyatakan keduanya berinisial S untuk si wanita dan A untuk si pria.

Menurut Mubarok, masalah ini bukanlah masalah besar bagi PD. Keduanya telah menikah secara resmi dan partai tidak melarang.

Cuma memang dirahasiakan, tanpa sepengetahuan yang (istri) pertama,” jelasnya.

Berarti poligami? “Iya,” pungkasnya. {berarti melanggar UU no 1 thn 1974}
+++
Ruhut Tak Tahu 2 Politisi Itu Selingkuh Atau Poligami
Chazizah Gusnita – detikNews

Jakarta – Skandal asmara sesama anggota Partai Demokrat (PD) berhembus kencang. Masih samar apakah pasangan sejoli itu melakukan selingkuh ataukah berpoligami.

Anggota DPR Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul mengakui skandal asmara itu menjadi gosip yang ramai dibahas di kalangan politisi PD.

“Saya tanya jangan-jangan mereka (pasangan) sudah kawin. Tapi kawan-kawan bilang nggak ada yang tahu apakah mereka sudah kawin apa belum,” kata Ruhut kepada detikcom, Kamis (3/12/2009).

Ruhut mengatakan tidak tahu detail skandal asmara dua anggota PD tersebut. Hanya ia mendengar kabar politisi perempuan yang disebut berinisial S itu kini tengah hamil 5 bulan.

“Saya pernah tanya ke kawan, eh itu sudah tekdung (hamil) 5 bulan ya. Kata kawan-kawan ya,” kata pria yang dulu dikenal sebagai pemain sinetron itu.

Ruhut menduga skandal itu terjadi sebelum 2 politisi PD itu menjadi anggota DPR. “Kalau memang anggota DPR kan nggak mungkin karena baru 2 bulan,” jelasnya.

Menurut cerita teman-temannya, lanjut Ruhut, perempuan tersebut berstatus janda sedangkan laki-lakinya pria beristri.

“Aku nggak berani komentar. Kalau dia mau beristri lagi aku nggak tahu juga,” imbuhnya.

Ruhut menambahkan kalau seandainya isu ini benar adanya, Demokrat akan menyerahkannya kepada Dewan Pembina PD yakni Presiden SBY.

“Kita partai disiplin. Pimpinan kita sangat disiplin. Masalah apapun taat azas dan aturan. Kita tunggu sajalah (kebenarannya),” ungkapnya.

Hingga kini 2 politisi yang digosipkan terlibat skandal asmara itu belum bisa dihubungi.
+++
Detik.Kamis, 03/12/2009 16:37 WIB
Geger Skandal Asmara Politisi Partai Demokrat
Fitraya Ramadhanny – detikNews

Jakarta – Tensi politik di tanah air sedang tinggi. Skandal Bank Century membuat para politisi Senayan sibuk bermanuver. Di tengah heboh skandal itu, mencuat pula skandal yang tidak kalah panas. Kabar yang beredar Partai Demokrat kini digegerkan skandal asmara 2 politisinya.

Dua politisi PD yang sama-sama menjadi anggota DPR diisukan terlibat skandal asmara. Si perempuan disebut berinisial S kini tengah hamil. Padahal orang ramai mengetahui status politisi perempuan itu adalah janda. Sementara si pria disebut berinisial A, sudah berkeluarga.

Gosip itu kini ramai menjadi kasak-kusuk di kalangan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Sejumlah politisi PD mau tidak mau memperbincangkan gosip tersebut namun enggan berkomentar karena belum tahu benar status ‘kisah cinta’ itu. Namanya juga isu, status mereka menikah atau tidak, masih simpang siur.

Ketua PD Max Sopacua mengakui skandal tersebut menjadi perbincangan internal PD. Namun ia minta diberlakukan asas praduga tidak bersalah terhadap pasangan tersebut. FPD menunggu pasangan itu menjelaskan sendiri soal hubungan mereka.

“Kita tunggu yang bersangkutan menjawab dulu deh. Takutnya kita membahas sesuatu yang tidak ada,” kata Max Kamis (3/12/2009).

Max meminta semua pihak memahami skandal ini adalah ranah pribadi dan harus dipisahkan dari kinerja partai. Max menegaskan PD menuntut profesionalitas anggotanya yang berkiprah di Senayan. Kalau sampai urusan asmara ini mengganggu kinerja, menurutnya sudah ada Badan Kehormatan Partai Demokrat yang akan melakukan pembenahan internal.

“Kalau sampai mengganggu kinerja, Badan Kehormatan pasti bicara. Namun yang bersangkutan punya hak untuk menjelaskan sendiri hubungan mereka,” pungkasnya. (fay/iy)

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: