168 istri minta cerai


168 istri minta cerai

Dipicu Hampatan Ekonomi
Jambi express
24 december 2010

MUARATEBO – Angka percerian di Kab Tebo selama 2010 tergolong tinggi, yakni sebanyak 277 kasus. Secara umum perceraian itu dipicu oleh persoalan ekonomi.

Ironisnya, dari 277 perkara yang ditangani Pengadilan Agara (PA) Tebo, sebanyak 168 perkara diantaranya merupakan gugatan perceraian yang diajukan isteri. Sedangkan, 87 perkara lagi adalah talak cerai yang diajukan suami.

Dengan kata lain, jumlah isteri yang minta cerai lebih banyak (75 %) daripada suami yang minta cerai (25 %). Kesulitan ekonomi menjadi pemicu utama perceraian. Sedangkan faktor lain, seperti poligami, tidak sehat, dan krisis ahklak, tidak begitu banyak.

Aidi, Wakil Seketaris PA Kab Tebo, lamanya proses persidangan di PA, setelah laporan diterima, biasanya memakan waktu sekitar 1 bulan. Namun, jika ada masalah yang rumit, maka persidangan bisa sampai 4 bulan.

Aturan itu sudah menjadi ketentuan di PA. Jadi, tak bisa dikatakan perkara perceraian lamban diselesaikan. Cepat atau lambatnya proses persidangan tegantung pihak suami-istri itu sendiri.

Dijelaskannya, factor ekonomi dominan mejadi penyebab perceraian. Untuk itu, disarankan menghindari pernikahan di usia muda. Selain itu, masing-masing pasangan harus benar-benar mengerti arti sebuah keluarga, sehinga tidak terjadi percerain.

‘’Sangat disayangkan, pasangan suami-isteri sampai bercerai. Hidup salah satu diantaranya akan berantakan. Faktor penyebabnya kecil, tapi berdampak negatifnya besar. Kami selalu mengupayakan mendamaikan kedua belah pihak terlebih dahulu. Kalau memang tak berhasil, baru persidangan dianjutkan,’’ jelasnya.

Menurut Aidi , PA menjalankan tugas sesuai aturan. Sedangakan, risiko dan biaya persidangan ditangung sendiri oleh pihak yang mengajukan berperkara.

‘’Sesuai aturan, belum ada perubahan mengenai biaya itu sampai sekarang. Jadi, pasangan sumai-sitri diharapkan bisa saling menjaga agar tidak terjadi perceraian.

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: