Sofyan Jadi Teroris karena Sakit Hati dengan Polisi


Nggak boleh poligami eh malah jadi teroris, polisi gendheng !

Sofyan Jadi Teroris karena Sakit Hati dengan Polisi
Kamis, 30 Desember 2010 – 17:28 wib
Marieska Harya Virdhani – Okezone

Ilustrasi teroris. (Foto: okezone)
enlarge this image
DEPOK – Dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Depok, Jawa barat, terhadap terdakwa teroris Sofyan Tsauri, terungkap tiga alasan Sofyan memilih bergabung dalam jaringan teroris. Alasan yang paling mendasar, yakni karena Sofyan merasa sakit hati saat ia dihukum oleh pimpinan saat menjadi anggota Polres Depok.

Setahun lalu, Sofyan yang merupakan anggota unit Samapta Polres Depok seringkali membolos atau disersi. Selain itu, Sofyan pun pernah ditampar dan dihukum oleh pimpinannya saat itu Kasat Samapta Kompol Putu Sumada.

Hal itu disebabkan karena Sofyan tak hafal menyebutkan janji Polri Tri Brata. Kejadian itu rupanya membuat Sofyan sakit hati dengan internal polisi.

Hal itu diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Totok Bambang usai persidangan di Pengadilan Negeri Depok dengan agenda tuntutan. Selain sakit hati, kata Totok, internal polisi juga meminta Sofyan untuk memilih antara meninggalkan polisi ataupun menceraikan istri keduanya.

“Ada tiga alasan, sakit hati dengan internal polisi karena ditempeleng atasan, dimarahi, dan dijemur. Alasan kedua ia tidak boleh poligami oleh institusinya. Alasan ketiga yakni karena memang ia ingin membela umat Islam dari Amerika dan sekutunya,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (30/12/2010).

JPU memastikan tuntutan 15 tahun penjara sudah merupakan ganjaran paling berat terkait pasal 15 Jo pasal 9 UU 15/2003 tentang terorisme. Sebab Sofyan tidak terlibat langsung dalam aksi terorisme sehingga terhindar dari ancaman hukuman mati. (hri)

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: