Kenapa (Sebagian Besar) Manusia Monogami?


Kenapa (Sebagian Besar) Manusia Monogami?
Rabu, 23 Februari 2011 | 18:38 WIB

KOMPAS.com – Status hubungan dan siklus menstruasi ternyata berhubungan dengan sifat monogami pada (kebanyakan) manusia.
Menurut penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Florida State University AS, pria lajang menganggap wanita paling menarik di masa puncak kesuburan dalam siklus menstruasi. Sementara itu, pria yang tengah terlibat dalam hubungan justru menganggap wanita kurang menarik pada saat masa puncak kesuburan.
Ilmuwan di Florida State University meneliti 38 pria usia kuliah selama 3 bulan. Di antara 38 pria tersebut, 12 mengaku tengah menjalin hubungan. Seluruh pria berinteraksi dengan seorang wanita berumur 21 tahun yang tidak mengetahui pria-pria mana yang sudah memiliki hubungan asmara. Para pria diminta menilai “kemolekan” beberapa kali pada beberapa tahap siklus menstruasi.
Untuk memastikan tidak ada faktor eksternal, ilmuwan meminta si wanita untuk mengenakan pakaian yang sama serta memberitahu cara berinteraksi yang netral dengan semua pria. Si wanita juga diminta untuk menggunakan produk tanpa wewangian dan dilarang menggunakan parfum dan deodoran selama eksperimen.
Hasilnya, peneliti menemukan kalau pria yang sudah memiliki hubungan asmara menganggap si wanita kurang menarik pada masa subur.
Para peneliti memperkirakan hal itu terjadi karena orang yang sudah memiliki hubungan secara tak sadar menghindari godaan. Para ilmuwan menyebut hal ini dengan “strategi pemeliharaan hubungan”. Strategi ini membantu monogami pada pria dan wanita.
Akan tetapi, menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Experimental Social Psychology tersebut, strategi ini tidak bisa menahan godaan ketika cemburu turut serta. (Alex Pangestu/Discovery News)

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: