Menyusul, Ikatan Istri Taat Suami Indonesia


KOMPAS.com — Indonesia segera menyusul pendirian organisasi kontroversial di Malaysia bernama Klub Istri Taat Suami (Obedient Wives Club/OWC). OWC Malaysia resmi diluncurkan Sabtu (4/6/2011). Adapun di Indonesia klub serupa dengan nama Ikatan Istri Taat Suami rencananya diluncurkan 19 Juni 2011.

Klub ini yakin bisa “mengobati” penyakit-penyakit sosial seperti prostitusi dan perceraian dengan cara mengajarkan ketaatan kepada suami dan membuat mereka bahagia di atas ranjang. Salah satu yang didapat anggota klub ini adalah pelajaran seks. Tujuannya untuk membantu para istri bisa “melayani suami-suami mereka lebih dari pekerja seks komersial (PSK) kelas satu,” kata Wakil Presiden OWC Dr Rohaya Mohammad.

Rohaya menambahkan para istri tidak boleh sekadar terampil memasak dan menjadi ibu yang baik. Istri seharusnya “mematuhi, melayani, dan menyenangkan” suami agar tidak “mengembara” atau nakal. Dengan kata lain, lanjut Rohaya, “istri yang tidak patuh menyebabkan dunia gonjang-ganjing” karena suami tidak bahagia di rumah serta pikiran dan jiwa mereka terganggu.

Rupanya perspektif ini juga diadopsi di Indonesia. Adalah doktor aeronautika (teknologi angkasa luar), Dr Gina Puspita, Phd, yang menggagas pembentukan Ikatan Istri Taat Suami (IITS) di Indonesia. IITS semata-mata untuk mengajak umat Islam mengamalkan ajaran Islam secara lengkap, ujar dr Gina.

“Pada zaman sekarang banyak suami atau istri yang memiliki kemajuan aktivitas di luar rumah, sampai pada akhirnya mereka lupa akan perannya sebagai suami atau istri,” ujar Gina seperti dikutip Warta Kota.

Menurut Gina, zaman sekarang banyak suami atau istri yang memiliki kemajuan aktivitas di luar rumah, sampai pada akhirnya mereka lupa akan perannya sebagai suami atau istri. Istri ataupun calon istri yang bergabung di IITS akan diberi panduan konseling bagaimana cara membangun sebuah rumah tangga dengan cara Islami. Menurut Gina, klubnya tidak hanya mengajarkan peran istri yang harus taat kepada suami, melainkan juga sikap dan tanggung jawab suami kepada istri. Banyaknya kekerasan yang diterima kaum istri pun bukan semata-mata sebagai bentuk taatnya istri dalam melayani suami.

Dalam Islam, lanjut Gina, peran istri sangat penting. Bukan hanya di dunia, tetapi Allah pun menyebutkan bahwa istri taat kepada suami adalah ibadah. Oleh karena itu, Gina berharap masyarakat yang berpikir positif bisa lebih mencerna lagi maksud baik dari didirikannya IITS. Bukan hanya mereka yang sudah berumah tangga, perempuan yang mendekati usia nikah pun bisa datang untuk konsultasi mengenai pernikahan di IITS. Klub ini meyakini rahasia pernikahan bahagia adalah istri menaati suami dan memberi kepuasan seksual kepadanya.

Gina, yang beberapa tahun lalu sempat terkenal karena mendirikan klub poligami Global Ikhwan, menyadari bahwa rencananya ini bakal menimbulkan banyak pro dan kontra dari masyarakat.

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: