Alasan Eggy Sudjana Bela Aceng Fikri


Alasan Eggy adalah contoh argumen dangkal dari  pro Poligami..

 

TEMPO.COTEMPO.CO – Kam, 13 Des 2012

KONTEN TERKAIT

  • Apa Sanksi Kalau Bupati Aceng Alumni Lemhannas?Lihat FotoApa Sanksi Kalau Bupati Aceng Alumni Lemhannas?

TEMPO.CO , Jakarta – Pengacara Eggy Sudjana mengaku tertarik membela Bupati Aceng HM Fikri semata untuk melaksanakan penegakan syariat Islam. Sebab pernikahan kliennya yang ke empat bersama Fanny Oktora tidak melanggar aturan agama. ”Perbuatan itu (poligami) tidak tercela dan niat Aceng pun awalnya baik,” ujarnya, Rabu, 12 Desember 2012.

Eggy menjelaskan, Bupati Aceng pertama kali menghubungi dirinya Senin dua pekan lalu (26 November 2012). Kemudian selang dua hari kemudian kembali menghubunginya dan meminta kesiapan. »Saya sempat menolaknya, kemudian istikharah, agar diberi petunjuk,” ujarnya. »Mulai Senin kemarin saya resmi menjadi pengacara Aceng untuk kasus Fanny dan pembubaran Pansus DPRD.”

Dalam kasus Aceng, Eggy melihat banyak kontroversi yang dilakukan publik termasuk pejabat negara. »Kasus ini lebih mengarah ke sikap sinisme publik terhadap ajaran syariat islam, suka tidak suka apa yang dilakukan oleh Aceng adalah menjalankan syariat islam yang dicontohkan Rasululloh.”

Ada dua alasan yang melatarbelakangi Eggy untuk membantu penyelesaian kasus Aceng. Pertama pembentukan opini publik untuk membeci syariat Islam. Sebab, apa yang dilakukan Aceng dalam pernikahannya dengan Fanny tidak melanggar perundangan pernikahan Indonesia. »Itu alasan pertama saya menerima (pengacara) karena ada upaya menggelindingkan anti kepada syariat islam, makanya saya berani tampil untuk membela itu.”

Alasan kedua lanjut Eggy, dalam kasus Aceng terjadi pelemahan penegakan supremasi hukum tertinggi yakni islah dan damai. Hal ini dibuktikandengan masih berlangsungnya penyelidikan yang dilakukan kepolisian serta panitia khusus (Pansus) buatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut. »Orang sudah damai kok masih diramai-ramain terus, seharusnya dihentikan.”

One Comment

  1. Posted Desember 19, 2012 at 7:01 am | Permalink

    peringatan bagi para pejabat untuk berhati-hati dalam bertingkah, ingat ini era keterbukaan. Tingkah Polah Anda akan segera diketahui masyarakat. Sanksi sosial menunggu Anda…


Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: