Ini Lika-liku Nikah Siri Aceng-Shinta Temuan Pansus DPRD Garut


Rabu, 19/12/2012 18:37 WIB

Oris Riswan Budiana – detikNews

Garut – Bupati Garut Aceng Fikri membantah pernah menikahi perempuan asal Karawang, Shinta Larasati. Bantahan itu juga disampaikan pada anggota pansus DPRD Kabupaten Garut.

Rabu (5/12/2012) lalu, anggota pansus bertemu dengan Aceng di Kantor Bakorwil Kabupaten Garut. Selain mengonfirmasi pernikahan siri dengan Fany Octora, pansus juga mengonfirmasi adanya kabar tentang pernikahan siri Aceng dengan Shinta Larasati.

“Aceng dalam hal pernikahan dengan Shinta, dia tidak mengakuinya,” kata Ketua Pansus Asep Lesmana Ahlan dalam paripurna di DPRD Kabupaten Garut, Rabu (19/12/2012).

Beberapa hari setelah pansus dibentuk, menurut Asep, Bambang Kusbayono sempat datang ke DPRD Kabupaten Garut. Bambang melaporkan soal pernikahan siri Aceng dan Shinta.

Untuk mengklarifikasi kebenaran kabar itu, pansus kemudian memanggil beberapa orang dari Kemenag Karawang, Pengadilan Agama Karawang, serta beberapa orang lainnya seperti ketua RT setempat.

Dari hasil pertemuan pada Rabu (13/12/2012) terungkap bahwa Aceng menikahi Shinta. “Saudara Aceng benar telah menikah (dengan Shinta),” ujar Asep.

Ia juga menyebut ada beberapa fakta lain yang terungkap yaitu Aceng berpindah alamat ke Kota Bekasi. Selain itu, Aceng dan Shinta memiliki buku nikah tapi tidak tercatat di KUA di Karawang.

Ditemui usai paripurna, Asep ogah bicara banyak soal fakta yang terungkap terkait pernikahan Aceng dan Shinta. Disinggung soal kemungkinan adanya pemalsuan identitas Aceng dan pemalsuan buku nikah, ia hanya memberi sedikit jawaban.

“Faktanya (pemalsuan buku nikah dan surat pindah Aceng) tidak terungkap. Karena waktu yang terbatas, kita juga tidak bisa menelusuri siapa yang mengeluarkan itu,” singkatnya.

Ia menambahkan, saat ini tugas pansus sudah selesai. Dari semua laporan pansus, kini jadi tugas masing-masing fraksi untuk membahas dan memaparkan pandangannya pada paripurna yang rencananya digelar Jumat (21/12/2012).

+++++++++++
Rabu, 19/12/2012 16:08 WIB

Pansus DPRD Garut: Ada Pelanggaran UU oleh Bupati Aceng!

Oris Riswan Budiana – detikNews
Foto: oris riswan b/detikcom

Garut – Setelah bekerja selama 14 hari, Pansus DPRD Garut menemukan pelanggaran UU yang dilakukan Bupati Aceng HM Fikri dalam pernikahannya dengan Fany Octora. Pelanggaran itu harus ditindaklanjuti.

Ketua Pansus DPRD Asep Lesmana Ahlan menyatakan, berdasarkan analisis, fakta, dokumen, dan dikompilasikan dengan UU serta tanpa mengabaikan azas praduga tak bersalah, Bupati Aceng dinilai melanggar 2 UU, yakni UU Perkawinan dan UU Pemerintahan Daerah.

“Melanggar UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 2 bahwa setiap perkawinan harus dicatatkan, Pasal 39 bahwa perceraian hanya dapat dilakukan di depan pengadilan, dan Pasal 3,4, dan 5,” kata Asep saat membacakan hasil laporan pansus di Rapat Paripurna DPRD, Garut, Jawa Barat, Rabu (19/12/2012).

Asep menambahkan, Bupati Aceng juga melanggar UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yakni Pasal 27 huruf b bahwa setiap kepala daerah harus menaati perundang-undangan yang berlaku, Pasal 27 huruf f bahwa kepala daerah wajib menjunjung tinggi etika dan norma, dan Pasal 110 soal sumpah dan janji kepala daerah.

“Kami serahkan ke DPRD dan fraksi agar segera menindaklanjuti sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Asep mengakhiri hasil laporan sekitar pukul 15.20 WIB. Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Ade Ginanjar dan dihadiri 48 anggota DPRD.

++++++++
Rabu, 19/12/2012 14:46 WIB

Din: Tindakan Aceng di Luar Kepatutan, Menikah Itu Harus Terbuka

Ahmad Juwari – detikNews
Demo Anti Aceng, Rivki/Detikcom

Jakarta – Ketua Umum PP Muhammadiyah juga ikut berkomentar soal Bupati Aceng HM Fikri. Tindakan Aceng dinilai di luar kepatutan dengan melakukan nikah siri.

“Saya tidak mau ikut campur soal seperti itu. Tapi jelas, itu di luar kepatutan,” ujar Din di acara Silaturahim Kerja Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Expo 2012 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2012).

Din menyebutkan, Islam tidak mengenal nikah siri.”Artinya harus terbuka. Ada saksi dan ada walimah,” ucapnya.

“Kalau membangun hidup berumah tangga kenapa harus diam-diam?” imbuhnya.

Nikah menurut Din adalah proses bermsyarakat dan juga bertetangga. Din menilai Undang-undang pernikahan patut untuk diamalkan.

Sementara itu. di gedung DPRD Garut, Jawa Barat,tepat pada pukul 14.05 WIB, Wakil Ketua DPRD Ade Ginanjar memimpin rapat dengan didampingi Ketua DPRD Ahmad Bajuri dan tiga wakil ketua DPRD. Dia mengetuk palu yang menandai dibukanya sidang Pansus ‘Nikah Kilat’ Aceng.

Pansus akan menyampaikan hasil kerjanya setelah bekerja selama 14 hari. Mereka telah memeriksa saksi pernikahan Aceng dan Fany Octora, sejumlah ahli, dan berbagai pihak terkait. Sebelumnya, fraksi-fraksi di DPRD merekomendasikan Bupati Aceng diusulkan diberhentikan.

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: