Alasan Kiai Subchan Nikahi ABG Umur 18 Tahun


Selasa, 23 April 2013 , 06:25:00

 

KH Subchan Al Mubarok, pengasuh Ponpes Perut Bumi Maulana Maghribi, Tuban, Jawa Timur yang menikahi Ika Nur Afifah, 18 tahun, Jumat (19/4) lalu. Foto: JPNN
KH Subchan Al Mubarok, pengasuh Ponpes Perut Bumi Maulana Maghribi, Tuban, Jawa Timur yang menikahi Ika Nur Afifah, 18 tahun, Jumat (19/4) lalu. Foto: JPNN
TUBAN – Umur Pengasuh Ponpes Perut Bumi Maulana Maghribi, Tuban, Jawa Timur, KH Subchan Al Mubarok memang sudah tidak muda lagi. Namun dengan usianya yang sudah menginjak 74 tahun, ia punya alasan tersendiri mempersunting Ika Nur Afifah yang masih berumur 18 tahun.

Kepada Jawa Pos (induk JPNN), pria kelahiran 18 Juli 1939 itu mengatakan dirinya juga pertimbangan untuk berpoligami. Selain menjalankan syariah Islam, ia juga ingin menyalurkan kebutuhan biologisnya yang masih sehat secara sah, meski di usianya yang sudah uzur. “Saya masih sehat,” katanya.

Kiai Subchan yang sudah memiliki 32 anak itu baru saja menikahi menikahi Ika Nur Afifah (18) warga Kapas Bojonegoro, Jumat (19/4). Ini merupakan pernikahan yang kesepuluh bagi Kiai Subchan.

Menurut Kiai Subchan, sangat selektif dalam memilih perempuan yang akan dijadikan pendamping hidupnya. Salah satu syarat yang utama, perempuan itu harus berparas cantik. Selebihnya, dia memiliki keistimewaan tertentu.

Meskipun memiliki paras cantik dan keistimewaan, tidak akan langsung dia akan persunting. Sebab, perempuan yang akan dinikahi harus diusulkan istri atau anaknya. (ari/awa/jpnn)

2 Comments

  1. Posted April 26, 2013 at 8:38 am | Permalink

    Asslmkm…wrwb

    Penjelasan tentang poligami memang tercantum dalam Alqur’an dan Hadist, dicontohkan juga oleh Rosululloh Muhammad SAW dan para sahabat

    Tapi…ROSUL JUGA MEMBERI CONTOH MELARANG POLIGAMI, ketika beliau melarang putrinya Fatimah RA dipoligami ketika Ali Bin Abi Tholib hendak menikah lagi, mungkin beliau tahu bahwa poligami walaupun sesuai syariat namun juga bisa membuat wanita tersakiti, sehingga beliau tidak rela putrinya dipoligami. Wallohua’lam

    Dan……

    Berdasarkan sensus penduduk 2000 dan 2010 ternyata justru JUMLAH PRIA DI INDONESIA LEBIH BANYAK DARI WANITANYA.

    “laki2 jaman sekarang biasanya mati2an menentang atau berusaha menutup2i fakta ini dengan berbagai alasan dan dalih”

    Begitu juga dengan data2 negara2 di dunia (CIA, Bank Dunia, dll) ternyata jumlah pria juga lebih banyak dari wanitanya (terutama untuk China, India, dan negara-negara Arab)

    Yup jumlah wanita memang sangat melimpah tapi di usia di atas 65 tahun, mauu?? hehehe….kalo ngebet, silakan berpoligami dengan golongan wanita di usia ini.

    Coba dehh cek di data resmi BPS dan masing2 pemda atau coba klik di:

    http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=40&notab=1

    http://sp2010.bps.go.id/

    http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=211&Itemid=211&limit=1&limitstart=2

    http://nasional.kompas.com/read/2011/09/19/10594911/Jumlah.Penduduk.Indonesia.259.Juta

    http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=penduduk_ratio&info1=4

    http://www.census.gov/population/international/data/worldpop/tool_population.php

    http://health.detik.com/read/2011/10/28/164741/1755096/763/negara-yang-jumlah-prianya-lebih-banyak-bisa-berbahaya?l993306763

    http://nasional.kompas.com/read/2010/08/16/20585145/Siapa.Bilang.Wanita.Lebih.Banyak-8

    Berdasarkan hasil sensus tersebut kira2 apa ya solusi dari kelebihan pria ini?
    masih tetap POLIGAMI? bukannya itu malah akan semakin “merampas” kesempatan bujangan pria lain untuk dapat menikah?

    perkiraan dan anggapan selama ini “turun temurun” yang selalu dijadikan senjata bagi pria yang ngebet ingin berpoligami bahwa jumlah wanita jauh berlipat lipat di atas pria ternyata adalah SALAH BESAR

    Hasil Sensus Penduduk 2010 berdasar jenis kelamin perpropinsi

    Kode, Provinsi, Laki-laki, Perempuan, Total Penduduk
    1 Aceh, 2 248 952, 2 245 458, 4 494 410
    2 Sumatera Utara, 6 483 354, 6 498 850, 12 982 204
    3 Sumatera Barat, 2 404 377, 2 442 532, 4 846 909
    4 Riau, 2 853 168, 2 685 199, 5 538 367
    5 Jambi, 1 581 110, 1 511 155, 3 092 265
    6 Sumatera Selatan, 3 792 647, 3 657 747, 7 450 394
    7 Bengkulu, 877 159, 838 359, 1 715 518
    8 Lampung, 3 916 622, 3 691 783, 7 608 405
    9 Bangka Belitung , 635 094, 588 202, 1 223 296
    10 Kepulauan Riau, 862 144, 817 019, 1 679 163
    11 DKI Jakarta, 4 870 938, 4 736 849, 9 607 787
    12 Jawa Barat, 21 907 040, 21 146 692, 43 053 732
    13 Jawa Tengah, 16 091 112, 16 291 545, 32 382 657
    14 DI Yogyakarta, 1 708 910, 1 748 581, 3 457 491
    15 Jawa Timur, 18 503 516, 18 973 241, 37 476 757
    16 Banten, 5 439 148, 5 193 018, 10 632 166
    17 Bali, 1 961 348, 1 929 409, 3 890 757
    18 Nusa Tenggara Barat, 2 183 646, 2 316 566, 4 500 212
    19 Nusa Tenggara Timur, 2 326 487, 2 357 340, 4 683 827
    20 Kalimantan Barat, 2 246 903, 2 149 080, 4 395 983
    21 Kalimantan Tengah, 1 153 743, 1 058 346, 2 212 089
    22 Kalimantan Selatan, 1 836 210, 1 790 406, 3 626 616
    23 Kalimantan Timur, 1 871 690, 1 681 453, 3 553 143
    24 Sulawesi Utara, 1 159 903, 1 110 693, 2 270 596
    25 Sulawesi Tengah, 1 350 844, 1 284 165, 2 635 009
    26 Sulawesi Selatan, 3 924 431, 4 110 345, 8 034 776
    27 Sulawesi Tenggara, 1 121 826, 1 110 760, 2 232 586
    28 Gorontalo, 521 914, 518 250, 1 040 164
    29 Sulawesi Barat, 581 526, 577 125, 1 158 651
    30 Maluku, 775 477, 758 029, 1 533 506
    31 Maluku Utara, 531 393, 506 694, 1 038 087
    32 Papua Barat, 402 398, 358 024, 760 422
    33 Papua, 1 505 883, 1 327 498, 2 833 381
    TOTAL, 119 630 913, 118 010 413, 237 641 326

    Bagaimana tanggapan dan penjelasan tentang hal ini?

    Syukron
    Wasslmkm wrwb

  2. abe eltoru
    Posted Mei 11, 2013 at 11:04 pm | Permalink

    Tepat sekali bung , bahwa sudah bukan era-nya lagi poligami diijinkan dan dibenarkan, karena dengan sendirinya seperti data sensus , jumlah pria memang sudah lebih besar dibandingkan perempuan, kecuali untuk perempuan uzur seperti yang disampaikan bung lukmanromadhoni di atas🙂

    Sex ratio: at birth: 1.05 male(s)/female
    under 15 years: 1.04 male(s)/female
    15-64 years: 1.01 male(s)/female
    65 years and over: 0.78 male(s)/female
    total population: 1 male(s)/female (2011 est.)
    http://www.indexmundi.com/indonesia/sex_ratio.html

    Saya tidak menyalahkan situasi dan kondisi pada era Rasul di mana poligami diizinkan , bukan karena saya merasa bahwa memang pria layak mendapatkan tahta yang lebih tinggi maupun layak mendapatkan lebih dari satu istri, namun pada masa lalu situasinya sungguh berbeda dengan saat ini. Masa lalu dipenuhi dengan pertempuran dan perperangan juga tingkat mortalitas lainnya yang lebih tinggi pada kaum Adam di dalam pekerjaannya, menghasilkan situasi di mana demand akan pria lebih besar (diluar ego dari pria tentunya). Dalam kondisi tersebut , maka memang bisa diterima bahwa poligami pada masa lalu tersebut adalah berguna untuk membantu para janda yang ditinggalkan oleh suami-suami yang gugur. Bahwa ada sisi perjuangan kemanusiaan dan tanggung jawab moral untuk merawat dan menyantun para janda, bukan sekedar pemuas nafsu birahi pria !!!

    Bila ada (pria) yang masih merasa bahwa saat ini , poligami adalah sah-sah saja , maka dengan sendirinya orang tersebut sudah menjajah kepentingan pria lain (bila tidak memikirkan hati dan perasaan perempuan yang dimadu). Seperti contoh kasus ini, seorang kakek mengawini gadis usia 18 tahun, dan kita kutip dari data statistik di atas bahwa jumlah pria notabene lebih besar sedikit dibandingkan perempuan (usia 15-64) maka si kakek ini sudah merengut peluang satu orang pria muda untuk mendapatkan pasangan – So, tanpa perlu bicara moral, akhlak dan emansipasi perempuan disini pun POLIGAMI sudah tidak tepat sasaran, apalagi bila diperkuat dengan landasan hati , jiwa dan pikiran akan hak-hak asasi perempuan.

    Eltoru


Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: