KH. Umar Shihab Subur Nikah Lebih 20 Kali


Rabu, 24 April 2013 , 15:06:00

 

Prof. DR. KH Umar Shihab. Getty Images
Prof. DR. KH Umar Shihab. Getty Images
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Senin (22/4) lalu mengeluarkan fatwa tentang praktek paranormal kontroversial, Eyang Subur. MUI juga meminta masyarakat memanggil pria bertubuh mungil itu dengan ‘Subur’ saja, tak usah pakai ‘eyang’.

Dari hasil investigasi MUI menyebutkan, Subur memiliki lebih dari empat istri secara bersamaan.

Selain itu, Subur juga terbukti melakukan praktek perdukunan dan peramalan. MUI akhirnya menyimpulkan praktek Subur menyimpang dari aqidah dan harus segera bertobat.

Bagaimana sebenarnya proses fatwa itu dikeluarkan? Dan apa dampaknya bagi umat Islam secara menyeluruh? Berikut petikan wawancara wartawan JPNN Abu Mandar dengan Ketua MUI Prof. DR. KH Umar Shihab di Jakarta, Rabu (24/4):

Bisa diceritakan bagaimana proses investigasi MUI terhadap Subur?

Kami mengumpulkan banyak informasi. Salah satu informasi utamanya dari tetangga Subur, yang mengatakan bahwa setiap malam Rabu dan malam Jumat ada ritual yang dilakukan di Subur. Tetangganya banyak yang bersaksi kalau Subur itu tidak pernah salat berjamaah bahkan untuk Shalat Jumat pun tetangganya tidak ada yang menyaksikan. Kami juga mendapat informasi dari murid-muridnya dan juga tentu saja memanggil Subur ke MUI dan mendatangi rumahnya.

Saat dipanggil ke MUI, Subur ditest apa saja?

Karena dia mengaku Islam kami meminta Subur untuk membaca Al Fatihah. Ternyata bacaan Al Fatihah Subur ada kekurangan ayat. Jadi bisa dibayangkan bacaan Al Fatihah saja dia tidak sempurna. Kita juga minta dia shalat sesuai dengan ajaran Islam. Kami kaget lagi, ternyata Subur sama sekali tak tahu bacaan Shalat. Kami juga menanyakan apakah pernah Shalat Jumat? Dia bilang pernah sekali di Masjid Istiqlal. Tapi kalau dari pengakuan para tetangga dan juga muridnya, mereka tidk pernah melihat Subur Shalat Jumat.

Dia sendiri mengakui kalau pemahaman agamanya sangat dangkal bahkan mengaku tidak tahu kalau beristri lebih dari empat secara bersamaan itu menyimpang dan harus segera bertobat. Subur menyimpang karena tidak ada yang memberikan pengetahuan agama kepadanya.

Istri-istrinya ikut ditanya?

Ya, tim investigasi juga menemui istri-istri Subur.

Mengapa mereka mau dipoligami?

Katanya cinta. Ingin taat pada suami sehingga mau dipoligami. Mungkin juga karena ekonomi, kami tidak tahu. Tapi dari pengakuan istri dan pengikutnya, ada istri yang dikasih mobil, motor, uang. Muridnya ada yang ingin dapat pangkat, jabatan, ingin lebih populer, ingin cepat kaya. Ada artis yang mengaku kepada kami tapi itu kami rahasiakan.

Kabarnya Subur beristri banyak untuk melengkapi ilmunya?

Kalau itu saya tidak bisa menjelaskan. Tapi memang dia punya istri banyak, bukan cuman delapan tapi sudah berkali-kali menikah. Mungkin sudah lebih dari 20 kali menikah, tapi sudah ada yang dicerai.

Apakah Fatwa soal Subur hanya berlaku untuk Subur dan pengikutnya?

Tidak. Fatwa ini berlaku umum untuk semua muslim. Siapapun dia kalau sudah kawin lebih dari empat kali secara bersaman maka itu hukumnya haram. Demikian juga soal perdukunan dan peramalannya. Karena itu seluruh umat Islam untuk menghindari. Dukun dan peramalan itu haram hukumnya.

Bagaimana proses pertobatan Subur, siapa yang akan mengawalnya?

MUI memita agar seluruh umat Islam bertobat dan mengakui semua kesalahan-kesalahannya di hadapan Allah Swt. Kalau sudah tobat, meninggalkan perbuatan perdukunan, peralaman dan beristri secara lebih dari empat maka itu sudah cukup. Tidak perlu kita awasi hingga ke rumahnya apakah dia shalat atau tidak. Tapi saya minta Subur membuat pernyataan tobat secara terbuka, bahwa dia melakukan kesalahan dan tobat kepada Allah Swt.

Bagaimana MUI tahu kalau Subur sudah tobat atau belum?

Manusia tidak bisa mengukur apakah seseorang sudah tobat atau belum. Manusia hanya tahu yang nyata tapi hanya Allah Swt yang tahu secara batin. Pada dasarnya bertobat itu tidak perlu diketahui oleh orang tapi karena masalah ini mencuat ke publik, maka sebaiknya pertobatannya itu diketahui oleh orang. Bikin pernyataan di media supaya orang tidak lagi curiga.

Bagaimana dengan pengikut Subur?

Tidak ada imbauan khusus. Kita minta kepada seluruh umat Islam, jangan ada yang mendekati perdukunan, peramalan, jangan ada yang menikah lebih dari empat kali secara bersamaan. Kalau masih merasa umat Islam jangan melakukan hal-hal yang haram tadi. Seperti yang dilakukan Adi Bing Slamet yang dulunya pengikut Subur tapi kemudian berulang-ulang kali menyatakan tobat kepada publik.

Dukun lain banyak, kenapa MUI memilih Subur?

Masalahnya karena ada dua pihak yang melapor ke MUI. Adi Bing Slamet datang, begitu juga pihak Subur juga datang ke MUI. Kalau ada dukun lain yang dilaporkan tentu kita juga akan tindaklanjuti. Kami sudah menangani beberapa kasus serupa, baik di Jakarta atau di daerah.

Bagaimana MUI mencegah lahirnya Subur-subur yang baru?

Ini tugas mubalilig atau ulama untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang ajaran Islam yang benar. Demikian juga dengan masyarakat jangan tinggal diam. Kalau melihat ada keanehan dalam pelaksanaan ajaran agama Islam, atau ada penyimpangan dalam aqidah maka sebaiknya langsung melaporkannya. (abu/jpnn)

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: