Daripada Selingkuh, Lebih Baik Poligami


Dari artikel lawas, sebelum kasus Fathonah dan Lutfi PKS.  Argumen dari pada selingkuh lebih baik poligami sudah tidak valid , karena selingkuh, main perempuan dan berpoligami bisa berjalan bersamaan.

 

 

2010-10-23 13:54:50 WIB

PolitikindonesiaIsu perselingkuhan yang merebak di kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), memancing anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Jamil untuk turut berkomentar. Baginya,  poligami jauh lebih baik ketimbang selingkuh.

“Harusnya masih lebih bagus poligami daripada selingkuh. Poligami jalan untuk menyelamatkan rumah tangga,” ujar Nasir, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Nasir berpandangan, maraknya isu perselingkuhan di parlemen saat ini menunjukkan rendahnya kesadaran wakil rakyat dalam menjaga keutuhan keluarga. Sedangkan, beberapa anggota DPR yang berpoligami malah malu-malu mengakui istri kedua sehingga menimbulkan fitnah selingkuh. “Itu istri resmi cuma dirahasiakan,” ujar dia, tanpa menyebut siapa anggota DPR yang dimaksud.

Akan tetapi, karena sudah terlanjur dilaporkan ke BK DPR, Nasir berharap BK DPR menindaklanjuti laporan tersebut. Hanya saja, dia berharap tidak ada lagi anggota DPR yang terlilit kasus serupa.

Nasir setuju bahwa kasus itu perlu ditindaklanjuti oleh internal BK. Namun harus tetap menganut prinsip praduga tak bersalah. “Jangan sampai jadi finah politik,” tegas dia.

Sebelumnya, isu perselingkuhan ini juga ditanggapi oleh Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir. Dikatakannya, anggota DPR yang terbukti selingkuh hanya punya dua pilihan, mundur atau diberhentikan. Bagi yang memilih mundur, masih mendapat hak pensiun.

Berbagai keluhan dan pandangan seputar perselingkuhan di DPR ini muncul karena BK DPR mengaku mendapat banyak laporan terkait perselingkuhan anggota DPR. Perselingkuhan ini banyak dilihat sebagai upaya menjatuhkan anggota DPR.

Berbagai respons pun muncul ke permukaan. PKB akan memecat anggotanya yang terjerat isu perselingkuhan. Sedangkan Golkar, menilai isu tersebut sebaiknya diredam.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul malah menganggap wajar ada anggota DPR yang selingkuh. Ruhut menilai setiap anggota DPR bisa saja terjebak cinta lokasi hingga selingkuh.

Isu perselingkuhan ini kemudian dihubungkan dengan staf ahli dan asisten cantik yang selalu mendampingi anggota DPR. Namun, tak sedikit anggota DPR yang memilih staf ahli dan asisten laki-laki. Hal ini dilakukan untuk menghindari isu tidak sedap tersebut.

Tapi, bagi Wakil Ketua DPR dari Golkar Priyo Budi Santoso, perselingkuhan anggota DPR tidak dapat dibenarkan. “Kalau sama stafnya sendiri, ya kebangetan,” tandas dia.

(zel/yk)

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: