Mitos di KPK, Tahanan Punya Istri Lebih dari Satu?


KAMIS, 24 OKTOBER 2013 | 12:43 WIB

Mitos di KPK, Tahanan Punya Istri Lebih dari Satu?

Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dan suaminya, Wawan berjalan menuju ruangan tatap muka di Rutan KPK, Jakarta (17/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.COJakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sidarto Danusbroto salah satu contoh pria yang setia terhadap istrinya. Politikus 77 tahun itu hanya sekali menikah dalam seumur hidupnya. Sang istri sudah mendampinginya lebih dari 50 tahun.

“Kalau tambah istri, kebutuhannya tambah. Nanti bisa korupsi,” katanya, saat memberi sambutan dalam sebuah seminar pada Rabu kemarin, 23 Oktober 2013. Berita tentang smabutannya disini.
Ucapan Sidarto benar belaka. Tengoklah mereka yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi belakangan ini. Banyak dari mereka yang beristri lebih dari satu—kalau tidak selingkuh.

Contoh yang paling terang adalah bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaak dan orang dekatnya, Ahmad Fathanah. Ada juga yang tak ditangkap tangan, tetapi kasusnya ditangani KPK, seperti Inspektur Jenderal Djoko Susilo.
Dari situ berkembang mitos bahwa para koruptor yang ditahan KPK hampir selalu punya perempuan lain—bisa istri kedua atau selingkuhan. Bahkan, di antara perempuan itu ada  yang dijadikan alat untuk menyamarkan hasil korupsi.

Bagaimana dengan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, tersangka suap sengketa pemilihan Bupati Lebak? Selain beristri Airin Rahmi Diany, menurut sumber, Wawan menjalin hubungan dengan seorang perempuan muda asal Bandung. Mengenai kabar ini Tempo masih mencoba mengkonfirmasinya.
ANTON

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: