Daftar yang Koruptor yang berpoligami


dari tempo.co

1- Djoko Susilo ( mantan dir Akpol)

2. Luthfi Hasan Ishaaq (mantan bos PKS)

3.Ahmad Fathanah (broker sapi PKS)

4.Rusli Zainal ( Gub Riau)

5. Heru Sulastyono (pejabat Bea dan Cukai)

+++++++++++++

– Djoko Susilo
Irjen polisi yang divonis 10 tahun pada 3 September 2013 terbukti mempunyai tiga orang istri. Yang pertama, Suratmi, adalah teman masa kecilnya. Istri kedua Djoko, Mahdiana, dinikahi 27 Mei 2001 di Kantor Urusan Agama (KUA) Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Uniknya di KUA, sang polisi mengaku bernama Joko Susilo Sarimun. Sedangkan kepada kerabat Mahdiana, Djoko mengaku bernama Andika Susilo. Lain lagi saat menikahi istri ketiganya, Dipta Anindita, di Solo, pada Desember 2008. Kepada penghulu Djoko mengaku masih lajang dan kelahiran tahun 1970. Aslinya Djoko lahir tahun 1960.

+++++++++++++

Luthfi Hasan Ishaaq (mantan bos PKS)

Bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera yang menjadi tersangka kasus suap impor daging diketahui mempunyai istri lebih dari satu. Tahun 1984 Luthfi menikahi Sutiana Astika. Pernikahan pertama mempunyai 12 anak. Istri kedua, Lusi Tiarani Agustine, dinikahi tahun 1996. Tiga orang anak diperoleh dari pernikahan dengan Lusi. Istri ketiga yang membuat namanya mencuat. Pada persidangan diperdengarkan rekaman pembicaraan dengan Ahmad Fathanah. Fathanah: Istri-istri antum sudah menunggu semua. Luthfi: Yang mana aja Luthfi: Yang pustun-pustun apa jawa sarkia. Fathanah:Pustun. Kata Pustun sendiri kurang lebih artinya sebutan untuk orang dari Pakistan, Afganistan atau Iran. Istri ketiga Luthfi, Darin Mumtazah, kebetulan keturunan Arab. Darin dinikahi tahun 2012. Yang membuah heboh, Darin masih  duduk di kelas tiga sekolah menengah kejuruan dan baru berumur 18 tahun. Meskipun begitu, hubungan mereka layaknya suami istri. “Darin manggil Pak Luthfi itu ‘papah’ dan Pak Luthfi manggil Darin, ‘mama’,” kata Sayitno, satpam di komplek Darin yang mendengar percakapan keduanya.

+++++++++++++++++++++

hmad Fathanah yang sudah dituntut 17,5 tahun pada kasus suap impor daging sapi juga terkenal mempunyai banyak teman wanita. Bayangkan, KPK sendiri menyatakan menemukan 45 nama penerima aliran uang Ahmad Fathanah. Tahun 1993 ia menikahi Siti Fatimah, tetapi bercerai pada 1999 dan mempunyai tiga anak. Anak ketiga Zhiyad Ali Fadeli, 18 tahun. Kemudian Fathanah kembali menikah dengan Dewi Kirana, tetapi hanya bertahan sampai 2006. Tahun 2008 Surti Kurlianti dinikahi Fathanah. Pada Desember 2011, Fathanah kembali menikah, kali ini dengan penyanyi dangdut Sefti Sanustika. Ketika menikah dengan Sefti, Fathanah mengaku sudah cerai. “Bapak bilang duda, pernah menikah tapi sudah cerai,” kata Sefti. Dengan Sefti, Fathanah sudah mempunyai satu anak.

Wanita lain yang sempat terangkat ke publik adalah Vitalia Sesha. Wanita yang berprofesi sebagai model mengaku kerap menolak dinikahi Fathanah. Namun, ia mengaku sering diberikan barang berharga oleh Fathanah. Menurut Vitalia, ia percaya kebaikan sosok Fathanah. “Dari mata turun ke hati. Seseorang yang bisa aku suka dan percaya setelah aku melihat atau menatap matanya. Nah, mata beliau mata yang mencerminkan orang baik.

+++++++++++

Heru yang menjabat Kepala Subdirektorat Eskpor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ditangkap polisi. Heru diduga menerima uang suap dari Komisaris PT Tanjung Jati Utama, Yusran Arif Widyawati, sebesar Rp 11,4 miliar. Heru ternyata suami dari Maya Rosida yang menjabat Wakil Bupati Wonosobo. Perkenalan keduanya karena sama-sama asli Wonosobo. Ketika ditangkap Heru menempati rumah istri mudanya. Namun, ada yang menyebut itu rumah milik mantan istrinya, Widya Wati.

+++++++++++++

RABU, 20 MARET 2013 | 20:18 WIB

KPK Bungkam Soal Istri Kedua Rusli Zainal

KPK Bungkam Soal Istri Kedua Rusli Zainal

Rusli Zainal juga ditetapkan tersangka dalam pembahasan peraturan daerah yang berkaitan dengan pemberian suap terhadap M. Faisal Aswan dan M. Dunir, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.COJakarta –  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqqodas mengaku mengetahui informasi mengenai rumah Rusli Zainal di Jalan Pulau Panjang C13 No. 40, Kembangan Utara, Jakarta Barat, adalah milik istri Gubernur Riau itu. Kabar yang beredar rumah tersebut ditempati istri kedua Rusli.  Menanggapi informasi itu, Busyro menjawab dengan bergurau.

“Ini nanya soal istri kedua, istri saya saja cuma satu. Soal istri, no comment,” kata Busyro ketika ditemui di kantor Partai Persatuan Pembangunan di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2013. Pada Selasa dan Rabu ini, penyidik dari KPK mendatangi rumah di Jalan Pulau Panjang itu.

Proses penggeledahan rumah Rusli Zainal hari ini, dimulai dari Perumahan Permata Buana di Jalan Pulau Panjang lV-13/40. Setelah itu dilanjutkan ke Jalan Kembangan Utama Blok H7-1 RT 07 RW 09, sekitar 400 meter jauhnya dari rumah pertama.

Masuk bersama anggota Kepolisian Sektor Kembangan, penyidik KPK masuk ke dalam rumah pukul 15.30 dan keluar pukul 17.10. Kedatangan penyidik sempat ditolak oleh penghuni rumah. Namun setelah didesak oleh polisi, seorang penghuni membukakan pintu gerbang rumah.

Ketua RW 09 Kurniawan menuturkan rumah di Jalan Kembangan Utama masih atas nama Syarifah Darmiati Aida,  sama dengan rumah di Jalan Pulau Panjang. Ia enggan menjelaskan apakah rumah itu milik Rusli.

Dari pantauan Tempo, rumah yang terletak di sudut jalan itu terlihat berantakan. Ada kayu terlihat yang berserakan. Rumah dua lantai berwarna hijau ini berpagar besi setinggi 2,5 meter. Menurut pengakuan Royanih, petugas keamanan setempat, rumah tersebut sudah lama kosong. “Dulu hanya ditempati dua orang,” kata Royanih. Ia sempat melihat empat mobil terparkir, sebelum penghuninya pergi.

KPK menetapkan Gubernur Riau Rusli Zainal sebagai tersangkakasus dugaan suap Revisi Perda No. 6 Tahun 2010 tentang Penambahan Biaya Arena Menembak PON Riau. KPK menetapkan Rusli sebagai tersangka pada 8 Februari 2013. Ia dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: