Polemik soal Korupsi dan Poligami


Ada adagium banyak Istri = banyak korupsi  yang dilontarkan Sutan Bhatoegana, memang tidak datang dari langit, tapi dari kenyataan sosial berlangsung saat ini. Lihat saja deretan para koruptor baru dan juga para pengunjung penjara KPK.  Biasanya yang menilep duit masyarakat adalah laki laki yang tidak dapat menjaga nafsu syahwatnya.  Ahmad Fathonah mungkin bisa jadi contoh paling brutal ; berpoligami, main perempuan dan korupsi , demikian dengan  kawan dekatnya Luthfi Hasan Ishaak yang mantan bos/presiden Partai PKS.

Ada baiknya PKS  berintrospeksi mengenai soal poligami dan tidak mudah meradang. Karena selama ini PKS     cenderung menyangkal kenyataan sosial yang sedang terjadi untuk urusan ini.

Sutan Bhatoegana: Banyak Istri, Banyak Korupsi

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu faktor penyebab seorang pejabat publik melakukan korupsi terkait besarnya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi pejabat tersebut. Pengeluaran semakin besar apabila pejabat tersebut memiliki istri lebih dari satu orang.

Hal itu dikatakan politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, ketika dijumpai di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta, Senin (11/11/2013). Sutan menambahkan, tak hanya jumlah istri, gaya hidup pejabat disinyalir juga menjadi penyebabnya.

“Kebutuhan lebih besar daripada pendapatan, salah satunya banyak istri. Indikatornya demikian,” katanya.

Pernyataan Sutan tersebut seolah ingin menyentil rekan sesama politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq. Mantan Presiden PKS itu saat ini tengah menjalani persidangan terkait kasus dugaan korupsi pengaturan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Luthfi dikabarkan memiliki tiga istri. Mereka adalah Sutiana Astika yang dinikahi pada Januari 1984, Lusi Tiarani yang dinikahi pada September 2000, dan Darin Mumtazah yang dinikahi pada Juni 2012.

Meski begitu, Sutan mengaku tak mempersoalkan jika seorang pejabat publik berpoligami. Menurut Sutan, hal itu merupakan hak setiap orang untuk bisa beristri lebih dari satu orang. Namun, ia menyayangkan sikap para pejabat berpoligami yang pada akhirnya harus melakukan korupsi demi memenuhi kebutuhan hidup.

“Tidak dilarang kan punya istri lebih dari satu. Yang tidak boleh itu adalah melebihi porsinya. Gaji bisa untuk satu istri, bikin empat, ya meninggal. Itu lho maksud saya, sehingga berkreasi terus dia untuk mendapatkan uang lebih,” tegasnya.

Sementara itu, ketika ditanya apakah Komisi Pemberantasan Korupsi, Polri, dan Kejaksaan Agung perlu memeriksa para pejabat yang berpoligami untuk mencari adanya indikasi korupsi yang mereka lakukan, Sutan mengatakan tak perlu. Pasalnya, menurut Sutan, persoalan poligami hanyalah salah satu indikator yang menyebabkan pejabat melakukan korupsi.

++++++++++++++++

Selasa, 12/11/2013 08:09 WIB

Nilai Sutan Kelewat Generalisir, Anggota BK: Poligami Itu Soal Privat

Danu Damarjati – detikNews

Jakarta – Pernyataan Sutan Bhatoegana soal relasi poligami dan korupsi dinilai Anggota Badan Kehormatan (BK) DPR terlalu menggeneralisir fakta yang ada. Anggota BK ini menilai pilihan hidup berpoligami yang dijalani anggotanya merupakan urusan pribadi.

“Sutan itu over-generalisir. Kita berbicara harus agak akademis lah, harus ada datanya. Kalau punya data (bahwa pejabat yang poligami banyak yang korupsi) ya monggo,” kata Anggota BK Ali Maschan Moesa saat dihubungi detikcom, Selasa (12/11/2013).

Jika Sutan menyatakan poligami bisa mendorong pejabat untuk korupsi, politisi PKB ini justru berpandangan sebaliknya. Menurutnya pejabat yang mempunyai uang dan kekuasaan lebihlah yang cenderung untuk poligami.

“Orang yang sudah punya uang banyak itu cenderung bisa punya istri lebih dari satu. Dalilnya, bahwa power tend to corrupt (kekuasaan bisa cenderung menjadi korup). Tidak hanya itu (poligami), bisa juga Mo Limo (madat, madon alias berzina, main atau berjudi, minuman keras, maling),” kata Ali yang juga politisi PKB ini.

BK selama ini tak terlalu mencampuri urusan poligami anggotanya. “Ada beberapa anggota yang seperti itu (berpoligami), tidak perlu saya sebutkan siapa dan berapa. Ini bukan urusan publik, sensitif. itu privat sekali,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sutan Bhatoegana menyatakan seseorang yang mempunyai banyak istri bisa menjadi pendorong seorang pejabat untuk korupsi. Bahkan jumlah istri bisa menjadi indikator perilaku korupsi seorang pejabat.

“Ya itulah, kalau istrinya banyak kan kebutuhan hidupnya jadi lebih besar dari pendapatan. Makanya dia korupsi. Jadi punya banyak istri juga salah satu indikator pejabat melakukan korupsi,” ujar Sutan di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (11/11).

++++++++++++++++++

Senin, 11/11/2013 16:30 WIB

Bhatoegana: Saya Tak Bermaksud Sindir Poligami PKS

Elvan Dany Sutrisno – detikNews

  Sutan Bhatoegana

Jakarta – Politikus PD Sutan Bhatoegana diserang elite PKS gara-gara menyebut beristri banyak sebagai indikator pejabat korup. Padahal Sutan tak pernah bermaksud menyindir elite PKS yang beberapa di antaranya beristri lebih dari satu.

“Saya tidak bermaksud menyindir PKS,” kata Sutan kepada detikcom, Senin (11/11/2013).

Sutan membenarkan dalil para petinggi PKS bahwa setiap orang boleh berpoligami. Tapi, yang dikritisi Sutan adalah mereka yang berpoligami tapi belum mampu secara finansial.

“Kalau dia pendapatannya istri satu aja kurang ya jangan lebih dari satu, itu jangan, nanti istri kedua dan ketiga biaya dari mana? Bisa-bisa korupsi,” ujar pria yang memakai behel untuk merawat gigi dan diet ini.

Namun pernyataan Sutan sudah memantik amarah petinggi PKS. Sutan dianggap melawan syariat Islam. Tapi Sutan tetap santai seperti biasanya.

“Tidak ada yang berani melawan syariat, silakan aja kalau mampu. Kalau nggak mampu dia paksakan kan jadi korupsi,” ujar pria kelahiran Pematang Siantar (Sumut) berusia 56 tahun ini.

+++++++++++

Selasa, 12/11/2013 06:18 WIB

Agar Poligami Tak Jadi Biang Korupsi, Fahri Hamzah: Ketatkan Aturannya!

Danu Damarjati – detikNews

Jakarta – Pernyataan politikus Partai Demokrat Sutan Bhatoegana soal poligami yang berpotensi menjadi pendorong korupsi disanggah oleh sejumlah politisi PKS. Namun Fahri Hamzah justru berkata lain. Dirinya mendukung pengetatan peraturan agar poligami tak menjadi biang korupsi.

“Saya cenderung mendorong regulasi kehidupan pejabat publik yang lebih ketat,” kata Fahri Hamzah saat dihubungi detikcom, Selasa (12/11/2013).

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PKS ini, kehidupan pejabat publik memang harus diatur. Ini agar perilaku pejabat tidak seenaknya sendiri. Lalu apakah pengetatan peraturan yang dimaksud Fahri ini juga termasuk membatasi jumlah istri?

“Semuanya. Supaya sejak awal orang sadar, bahwa kalau ingin bebas memang jangan jadi pejabat negara. Jadi pengusaha saja (jika ingin bebas). Dan kehidupan di luar negara lebih banyak dan menjanjikan,” ujar Anggota Komisi III DPR ini.

Pada hakikatnya, seorang pejabat harus bisa mengendalikan diri agar tidak terjebak pada cara hidup yang mendorong perilaku koruptif. “Ittaqullah, takutlah kepada Allah,” kata salah satu ‘bidan’ lahirnya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini.

Sebelumnya, Sutan Bhatoegana menyatakan seseorang yang mempunyai banyak istri bisa menjadi pendorong seorang pejabat untuk korupsi. Bahkan jumlah istri bisa menjadi indikator perilaku korupsi seorang pejabat.

“Ya itulah, kalau istrinya banyak kan kebutuhan hidupnya jadi lebih besar dari pendapatan. Makanya dia korupsi. Jadi punya banyak istri juga salah satu indikator pejabat melakukan korupsi,” ujar Sutan di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (11/11).

Kontan saja, sejumlah elite PKS antara lain Hidayat Nur Wahid, Mahfudz Siddiq, dan Refrizal bereaksi keras. Hidayat mengecam Sutan agar berhati-hati dalam membuat pernyataan. Mahfudz menyatakan tak ada korelasi antara jumlah istri dengan perilaku korupsi. Bahkan Refrizal mewanti-wanti Sutan agar tidak membuat pernyataan yang melecehkan aturan agama.

+++++++++++++++

Senin, 11/11/2013 15:35 WIB

PKS: Nggak Ada Hubungannya Istri Banyak dan Korupsi

Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Jakarta – Pernyataan Sutan Bhatoegana yang menyebut indikator koruptor beristri banyak menuai protes dari sejumlah elite PKS. Elite PKS menilai tak ada hubungannya istri banyak dan perilaku korupsi.

“Nggak ada hubungannya. Nazaruddin istrinya satu tetap aja korupsi,” kata Wasekjen PKS Mahfudz Siddik kepada detikcom, Senin (11/11/2013).

Menurut Mahfudz, syariat juga tak melarang beristri banyak. “Nabi Muhammad istrinya banyak nggak korupsi,” ungkap Ketua Komisi I DPR ini.

Pejabat yang terjerat kasus korupsi tidak jarang memiliki istri lebih dari satu. Contohnya adalah mantan Kakorlantas yang terjerat korupsi simulator SIM Irjen Djoko Susilo yang memiliki tiga istri. Pejabat Bea dan Cukai Heru Sulastyono yang menjadi tersangka kasus suap polis asuransi juga beristri dua.

Karena itu Sutan menyimpulkan orang yang punya banyak istri rawan korupsi karena harus membiayai istri-istrinya.

“Ya itulah, kalau istrinya banyak kan kebutuhan hidupnya jadi lebih besar dari pendapatan. Makanya dia korupsi. Jadi punya banyak istri juga salah satu indikator pejabat melakukan korupsi,” ujar Ketua DPP PD Sutan Bhatoegana di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2013).

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: