Awal Pertemuan Anis Matta dengan Istri Kedua


SABTU, 28 DESEMBER 2013 | 15:33 WIB

Awal Pertemuan Anis Matta dengan Istri Kedua

Presiden PKS Anis Matta. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

TEMPO.COJakarta – Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah membeberkan pertemuan pertama Presiden PKS Anis Matta dengan istri keduanya, Szlvia Fabula, warga negara Hungaria. Fahri membeberkan cerita itu dalam cuitnya yang panjang.

“Saya yang jumpa pertama. Pertemuan itu tanpa sengaja, hari terakhir kunjungan kami (bersama Anis Matta) untuk mencari oleh2 buat keluarga..keluar masuk toko suvenir,” begitu cuit Fahri.

Masih dalam Twitter-nya, Fahri menjelaskan kesulitan dia dengan Anis untuk berkomunikasi dengan pegawai penjaga suvenir di Hungaria. “Karena mereka jarang yang berbahasa Inggris. Saya ketemu satu. Ada 3 gadis dalam toko itu,” cuit Fahri lagi.

Fahri mengatakan, dia sedang mencari suvenir berupa kaus oblong yang bermotif historis, bercerita tentang Budapest. Anggota DPR periode 2009-2014 ini mengaku biasa memberikan oleh-oleh berupa kaus untuk anaknya dibandingkan cokelat. Ketika sedang bingung, keduanya dilayani oleh seorang manajer toko yang keluar dengan bahasa Inggris yang baik.

“Dialah Szilvia Fabula, gadis Hongaria yang saat itu sedang mengambil S2 bidang ekonomi. Sy tak mendalami kampusnya,” kata Fahri mengenai istri kedua Anis Matta. Anis kini mulai berani membawa istri keduanya itu ke hadapan publik. Terang-terangan dia mengatakan menganut poligami.

ALIA

SABTU, 28 DESEMBER 2013 | 15:53 WIB

Szlvia Fabula Datangi Anis Matta Saat di Hungaria

TEMPO.COJakarta – Wasekjen PKS Fahri Hamzah membeberkan pertemuan pertama Presiden PKS Anis Matta dengan istri keduanya, Szlvia Fabula, warga negara Hungaria. Fahri membeberkan itu dalam akun Twitter-nya.

Menurut Fahri, pertemuan tersebut ketika dia dan Anis melakukan perjalanan ke Hungaria. Pada hari terakhir, keduanya sedang mencari suvenir untuk dijadikan oleh-oleh. Penjaga toko yang mereka temui kesulitan berbahasa Inggris, lalu mereka dilayani oleh manajer toko yang tak lain adalah Szilvia Fabula. Szilvia saat itu sedang mengambil sekolah master dengan jurusan ekonomi.

“Pantas bahasa Inggrisnya bagus. Dan tentu belanja lebih mudah. Sy ingat beli oblong (kaos) yang banyak,” cuit Fahri.

Keluar dari toko, Fahri melihat Anis tidak membawa belanjaan apa pun. Lalu, Fahri mengatakan ada manajer toko yang pintar berbahasa Inggris sehingga memudahkan untuk berbelanja. Keduanya pun kembali masuk ke dalam toko yang sama. “Saya antar sampai dalam. ‘miss Szilvy, my friend also need assistance,’ Sy lalu pergi,” cuit Fahri.

Fahri juga menitipkan belanjaan ke Anis dan keluar toko untuk berjalan-jalan di sekitarnya. Beberapa kali kembali ke toko, Fahri melihat perbincangan Anis dengan Szilvy belum selesai. “Percakapan dua orang pintar, kira2 seperti itu kedengarannya sebab temanya juga tidak sederhana,” kata Fahri.

Ketika kembali ke hotel, ternyata Anis tidak bisa menghilangkan kesannya kepada Szilvy. saat itu Anis berkomentar, “manajer toko itu seorang pencari makna.”

Keesokan harinya ketika sedang bersiap menuju bandara, ternyata Szilvy mampir ke hotel memberikan sebuah buku untuk Anis. “Sebuah buku yg kulihat berat sekali temanya. Belakangan saya dengar bahwa malam itu ia melakukan browsing dan membaca versi bahasa Inggris artikel Anismatta,” cuit Fahri.

Kedatangan Szlvy dan membawa buku itu menyatakan ingin belajar tentang tulisan-tulisan Anis Matta. Di kalangan aktivis Tarbiyah, kata Fahri, Anis dikenal sebagai penulis produktif sejak awal 90-an.

ALIA

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *

*
*

%d blogger menyukai ini: